Character Info

 
 
Ibu Seha adalah seorang Closers legendaris yang bertahan hidup di First Dimensional War. Banyak orang berpendapat kalau Seha memiliki potensi kekuatan yang luar biasa, tapi sayangnya dia belum mendapatkan kekuatan itu. Dan dia tidak terlalu peduli dengannya.
 
Dia terlalu tertekan oleh orang-orang dan ekspektasi mereka. Jika saja ibunya tidak memaksa dia, Seha tidak akan peduli untuk bergabung dengan Black Lambs, karena ia pikir ini adalah kegiatan ekstra-kurikuler yang melelahkan.
 
Seha sangat suka bermain game dan tidak pernah lupa untuk membawa handheld-console di tangannya. Apakah dia benar-benar kecanduan game?
 
Seulbi tumbuh di lingkungan organisasi yang dibina oleh UNION karena orang tuanya menjadi korban First Dimensional War. Ia juga terpilih sebagai anggota Black Lamb setelah mengikuti pelatihan khusus untuk remaja.
 
Mungkin potensi kekuatannya tidaklah setinggi anggota Black Lamb lainnya, tapi Seulbi berlatih sangat keras untuk meningkatkan kekuatannya. Dan sekarang, ia dinilai memiliki kekuatan lebih tinggi 2 level dibandingkan yang lain.
 
Prestasi inilah yang mengantarkan Seulbi menjadi leader dari Black Lamb. Sifat perfeksionis Seulbi seringkali membuatnya beradu argumen dengan Seha.
 
Biasanya Black Lambs hanya menerima anak-anak sekolah menengah, tapi sepertinya itu tidak berlaku bagi J. J dikirim oleh UNION untuk membantu anggota lainnya. Pengalamannya dalam Dimensional War pertama adalah bekal berharga bagi team Black Lambs.
 
Tidak ada yang tahu mengenai nama dan umur J sebenarnya. Tapi jika dilihat dari selera musik dan artis yang disukainya, sepertinya J berumur 30-an.
 
Tugas utama J adalah memastikan keselamatan (dan kepulangan) anggota team lainnya, terlebih jika ada sesuatu yang berbahaya. Meskipun demikian, sebetulnya J tidak terlihat setangguh penampilannya, karena cedera dan luka yang didapatnya di Dimensional War pertama.
 
J seringkali terlihat memakan vitamin dan obat yang tak jelas keterangannya, ia juga seringkali mengeluh tentang bahunya yang cedera dan tangannya yang dingin. Anggota team Black Lambs lainnya sangat penasaran dengan identitas asli J, tapi seberapa keras pun mereka berusaha, J tidak pernah memberikan informasi itu.
 
Yuri adalah remaja biasa, tumbuh di keluarga yang normal dan hidup normal, setidaknya hingga ia berumur 15 tahun, saat ia menemukan kekuatan supranatural dalam dirinya. Biasanya, kekuatan supranatural CLOSERS akan muncul di usia yang lebih muda, tapi tampaknya hal ini berbeda dalam kasus Yuri.
 
Yuri adalah salah satu atlet kendo nasional yang dibekali skill luar biasa. Kekuatan fisiknya bahkan melebihi kekuatan remaja lain di usianya. Kelebihan inilah yang membuat Yuri di-rekrut ke dalam Black Lamb.
 
Berbeda dengan anggota lainnya, Yuri masih menemui kesulitan dalam menggunakan kekuatan supranaturalnya. Karena inilah, Yuri masih bertempur dengan dibekali persenjataan seperti pedang dan pistol yang di-design khusus untuk dirinya.
 
Yuri anak yang riang dan mudah bergaul, walaupun sedikit naif. Ia bergabung dengan Black Lamb karena tawaran yang menarik, yaitu pekerjaan tetap nantinya di pemerintahan dan makanan yang melimpah (tidak akan kelaparan!)
 
Misteltein adalah Agent Closers termuda yang pernah direkrut oleh UNION. 
Sejak lahir, Misteltein telah memiliki potensi Phase Power yang sangat besar sehingga menjadi pusat perhatian dan pengawasan UNION. Pelatihan Misteltein pun dipercayakan pada UNION Cabang Berlin, Jerman.
 
Ketika fenomena kemunculan Dimensional Monster yang tak lazim terjadi di sekitar New Seoul, Misteltein mendapat perintah dari UNION untuk mengatasi hal tersebut. Atas rekomendasi David, Misteltein kemudian pindah dari Berlin ke New Seoul untuk bergabung dengan team Black Lambs di bawah pengawasan Operational Agent Serra.

Bersenjatakan tombak yang dirancang dengan mekanika khusus nan rumit untuk Misteltein, Lancer termuda dalam sejarah UNION ini siap bertugas mengatasi para Dimensional Monster yang mengacau tersebut.
 
 
Setelah Hecatoncheir menghancurkan Perancis saat Dimensional War I, 6 buah telur berukuran besar ditemukan di sebuah goa pinggir pantai yang kemudian dikirim ke pusat penelitian UNION. Akan tetapi ada peneliti yang terobsesi dengan kehidupan dari ras Dragon, mencuri semua telur itu dan melarikan diri. Sang peneliti kemudian ditemukan Vultures lalu difasilitasi untuk bereksperimen menetaskan telur tersebut. Setelah 5 tahun lamanya, hanya 1 telur yang berhasil ditetaskan.
 
Uniknya, Dimensional Monster yang menetas dari telur tersebut memiliki wujud seperti manusia serta memiliki Phase Power tipe 2 yang umum dimiliki manusia. Meski Dimensional Monster menganggap sang peneliti itu sebagai orang tuanya tapi peneliti tersebut melakukan berbagai eksperimen padanya. Walaupun telah mengalami siksaan mengatasnamakan ilmu pengetahuan dan penelitian, Dimensional Monster tipe humanoid itu tetap patuh pada orang tuanya (peneliti) dan yang kemudian dia terapkan pada seluruh ras manusia.
 
Akan tetapi Dewan Direktur Vultures mulai merasa cemas dan takut akan bahaya serta kekuatan Phase Power Dimensional Monster yang terus tumbuh dan berkembang. Mereka pun memutuskan untuk menyingkirkannya karena dianggap berbahaya. Pada prosesnya, peneliti yang tersebut terbunuh dan Dimensional Monster yang menyaksikan hal itu mengamuk lalu mengeluarkan seluruh Phase Power-nya. Hampir seluruh Sweeper Team Vultures yang ditugaskan tewas kecuali sang ketua tim Wolfdog yakni Trainer. Ia pun berhasil mengendalikan situasi dan menenangkannya.
 
Setelah ditenangkan oleh Trainer, Dimensional Monster ini pun merasa bersalah karena telah menghabis banyak nyawa dan hendak mengakhiri hidupnya. Direktur Vultures pun memerintahkan Trainer untuk menyingkirkannya. Tetapi Trainer mengajukan permintaan agar dia bergabung dengan Sweeper Team-nya karena kekuatan timnya menjadi sangat lemah akibat pembantaian yang dia lakukan. Setelah negosiasi yang panjang, permintaaan itu dikabulkan.
 
Trainer lalu memberinya nama Levia dan memasukannya ke dalam team Wolfdog sebagai anggota sementara. Dengan perasaan ragu-ragu, takut dan sedih. Levia harus menyingkirkan sesamanya sebagai Dimensional Monster. Dia terus menuruti perintah Trainer dan menyingkirkan Dimensional Monster. Hingga suatu saat Direktur Vultures berubah pikiran dan memerintahkan untuk menyingkirkannya.
 
Pada saat Nata berumur 13 tahun, UNION memutuskan untuk menghentikan Project ini dan menyingkirkan semua yang berhubungan dengan Project tersebut, termasuk membunuh anak kecil di dalamnya. Lagi-lagi Nata berhasil bertahan hidup dan melarikan diri. Tetapi dia kehabisan stamina dan berhasil ditangkap oleh UNION. Sewaktu berada di fasilitas kurungan UNION, mereka melihat insting bertahan hidup yang luar biasa dari Nata dan memutuskan untuk memanfaatkannya. UNION beberapa kali mengutus Nata ke misi rahasia. Karena sifat alami Nata yang suka membangkang maka misi yang dijalankan tidak berjalan dengan semestinya dan puncaknya Nata bersitegang dan kemudian membunuh superior officer-nya. Nata berhasil ditangkap dan UNION memberikan hukuman mati kepadanya.
 
Sebelum Nata di-eksekusi, Vultures menghubungi UNION dan menebus Nata dengan sejumlah uang. Setelah itu Nata bergabung dengan Sweeper team Vultures, yaitu team Wolfdog. Nata merasa tidak senang akan semuanya dan menyerang Trainer, pemimpin dari team Wolfdog. Tetapi Trainer berhasil melumpuhkannya dan memasang Choker ke leher Nata. Choker tersebut akan mengeluarkan tegangan listrik yang tinggi setiap kali Nata mencoba melawan atau membangkang.
 
Karena telah dipasangi Choker maka Nata terpaksa menuruti semua perintah Trainer. Tetapi Nata masih menyimpan dendam karena dikalahkan oleh Trainer. Dia berjanji kepada dirinya bahwa suatu saat dia akan menyingkirkan UNION, Vultures, Sweeper team dan juga Trainer.
 
 
Beberapa tahun yang lalu, seorang miliader menerima sebuah kartu yang misterius. Sang pengirim kartu tersebut menamakan dirinya Thief Prom Queen dan berkata dirinya akan mencuri lukisan berharga yang dimiliki dan disembunyikan sang miliader. Walau sang miliarder telah meningkatkan penjagaan dan sistem keamanan rumahnya, lukisan tersebut tetap berhasil dicuri oleh Thief Prom Queen dengan gerakan yang gesit dan lincah.
 
Ini adalah kejahatan pertama yang dilakukan oleh Thief Prom Queen dan sejak itu ia terus melakukan pencurian terhadap barang-barang berharga para miliader lainnya. Seluruh jajaran kepolisian berusaha untuk menangkapnya namun sang Thief Prom Queen selalu berhasil meloloskan diri. Hal itu terus berlangsung hingga suatu saat Thief Prom Queen melakukan kesalahan yang fatal.
 
Ia menyusup ke dalam pusat penelitian Vultures dan mencuri Dimensional Monster Debris yang langka. Karena rasa penasarannya, ia juga mencuri dokumen rahasia milik Vultures . Vultures yang murka atas tindakannya, memerintahkan tim Sweeper mereka untuk melacak dan memburunya yang dipimpin oleh Inspektur Pengawas Hong Siyoung. Diketahuilah bahwa selama ini Thief Prom Queen berhasil lolos dari kejaran polisi karena menggunakan Phase Power, akan tetapi hal tersebut tidak berlaku untuk tim Sweeper yang menggunakan segala cara untuk memburunya.
 
Akhirnya Thief Prom Queen berhasil ditangkap oleh Vultures. Awalnya ia menduga bahwa ia akan diserahkan ke UNION atau polisi akan tetapi dugaannya tersebut itu meleset. Vultures memutuskan untuk memaksanya bergabung dengan tim Sweeper di bawah komando Inspektur Hong Siyoung karena dia telah membaca dokumen rahasia Vultures. Inspektur Hong Siyoung pun berhasil mencuci otaknya dan sekarang Thief Prom Queen menjadi bawahan setianya dan berkat diri Thief Prom Queen, Hong Siyoung berhasil menduduki posisi penting di Vultures.
 
Suatu hari ia ditugaskan oleh Hong Siyoung untuk bergabung ke dalam Tim Wolfdog sebagai anggota khusus untuk meningkatkan kekuatan tempur tim Wolfdog yang berada dalam asuhan Trainer. Tugas tersebut ia terima dengan senang hati tanpa menyadari bahwa itu akan membimbingnya ke sebuah perjalanan yang tak terduga.
 

"...Mulai saat ini..."
"...Kau adalah instrukturku..."

Beberapa waktu sebelum Tim Black Lambs dan Tim Wolfdog yang sekarang terbentuk, terjadi serangkaian pembunuhan misterius terhadap Agent Closers di New Seoul dengan total korban mencapai 13 orang. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah keterangan dari beberapa saksi mata, UNION menemukan bahwa pembunuhan tersebut dilakukan oleh seorang gadis berambut perak yang setelah menjalankan aksinya langsung menghilang tanpa jejak. Oleh karena modus operandinya yang langsung menghilang setelah melakukan pembunuhan, UNION memberinya julukan sang "Hantu".

UNION lalu meminta bantuan kepada Vultures untuk memburu "Hantu" tersebut dan tugas itu dipercayakan pada Trainer,  sang ketua Tim Wolfdog. Trainer lalu menemukan sang "Hantu" tersebut namun alangkah terkejutnya setelah mengetahui wujud sebenarnya dari sang hantu itu. Namun sang 'Hantu' langsung meledakkan dirinya untuk menghilangkan jejak tentang dirinya serta penciptanya. Trainer yang berhasil selamat, membawa sang hantu kembali ke laboratorium Vultures dan diketahui bahwa sang hantu itu adalah sebuah Android yang diciptakan oleh sebuah organisasi teroris.
 
Android tersebut dibuat dengan memanfaatkan tubuh dan otak seorang Pengguna Phase Power yang tewas saat Dimensional War I sehingga menjadikannya android pertama yang dapat mengeluarkan dan menggunakan Phase Power unik bernama Imaginary Space. Phase Power Android tersebut memungkinkan dirinya dapat menyimpan berbagai senjata jarak jauh dalam sebuah ruang dan waktu yang diciptakannya. 

Setelah melalui berbagai pertimbangan, Trainer meminta pada Vultures agar diperbolehkan mengambil serta memprogram ulang android tersebut untuk kemudian dijadikan salah satu anggota Tim Wolfdog. Trainer lalu memberikan Code Name pada Android tersebut yakni Tina, dan mempercayakan Tina dengan berbagai tugas penting serta kepercayaan yang cukup tinggi padanya.
 
Bukan tanpa alasan Trainer mempercayai Tina karena sepertinya ada hubungan antara dirinya dengan sosok yang dikenalnya di masa lalu yang kini menjadi android di Tim Wolfdog.